Selasa, 15 Mei 2012

Ada Apa dengan tas KW?

Sejak awal tahun 2000-an dimulai dengan masuknya barang import produk kullit terutama asal China. Beberapa pengimport mengakui mudahnya memasukkan barang tersebut asal China baik melalui jalur resmi maupun Black Market yang mulai mengepung sentra-sentra produksi barang kulit dengan strategi kepung kota. Sogo Jongkok di Jakarta begitu populer dan beberapa pusat perkulakan di Indonesia Barat dan Timur kebanjiran barang asal China tersebut.
Pasar bebas AFTA realitanya tidak bisa dihindari, namun berlakunya sebagian bea masuk yang kecil merupakan konsekuensi dari perjanjian tersebut. Namum masuknya barang  illegal juga disamping merugikan Negara dari sisi pemasukaan, akan sangat merugikan industri UKM dibidang yang sama.
Namun sampai saat ini barang Import produk kulit dengan varian kualitas yang amat beragam. Istilah trend saat ini barang "KW" yang juga merupakan barang "Bajakan". Siapakan yang meraup untung dari bisnis bajakan ini jelas sudah dan pelaku usaha kecil sangat jelas kerugiannya. Tapi Pemerintah sebagai regulator dan pengendali produk import juga tidak pernah bergerak untuk menyelamatkan industri kecil yang tersebar hampir di pulau Jawa dan menghidupi jutaan orang.
Dengan strategi perang Kota, importer mengepung dengan mendisplay produk import hampir disemua kota di Indonesia, serasa menjepit produk UKM. Korbannya jelas sudah banyak yang bergelimpangan dari pihak UKM.
Kembali membahas produk import "KW"  selama ini telah mendapat tempat dan minati konsumen Indonesia dengan alasan Desain yang bagus. Adapula yang berpendapat harganya terjangkau. Apa itu produk "KW", belum jelas deskripsinya apakah dia produk palsu "Bajakan" merek-merek terkenal? atau yang penting Produk Import? Tidaklah penting asal usulnya, tapi kebanyakan memang produk "KW" identik dengan produk merek terkenal dengan kwalitas 1, 2 dan ada yang ngaku-ngaku Original (ORI).
Yang harus diketahui calon konsumen dalam membeli produk salah satunya karena Keawetan Produk yang dibeli. Disini akan sekedar dituliskan fakta-fakta yang ditemukan dan dari berbagai testimoni yang kecewa beli barang "KW" yang umurnya tidak lebih dari 4-5 bulan.
Produk Tas "KW" misal yang kami temukan sebagian besar terbuat dari Kulit Imitasi (Plastik jenis PU: Poly Urethane) yang tekstur dan baunyanya dimiripkan dengan tekstur dan bau kulit asli, sehingga banyak konsumen awam tertipu. Perlunya edukasi konsumen terutama untuk pelaku UKM bahwa konsumen Indonesia harus dicerdaskan diberitahu bagaimana mengenali dan membedakan kulit asli dan kulit imitasi.
Dipasaran dan retail sering kali SPG juga tidak paham atas produk yang dijual dan ditambah prilaku penjual yang sengaja menipu. Jadi mencerdaskan konsumen merupakan kepentingan utama Pengerajin kepada konsumennya.
Satulagi bahwa Produk Kulit Indonesia terutama Kulit Sapi Jawa (Java Box) sangat diminati buyer luar negeri karena mempunyai kualitas NERF yang sangat baik dan kekuatan, keawetan kulitnya terbaik di dunia. Sungguh sangat disayangkan kalau konsumen Indonesia menyukai Produk Imitasi Import padahal kita punya produk kulit unggulan dunia.
Semoga mencerahkan.....


Sumber : http://www.kreasikulit.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar